Murai Batu
Copsychus malabaricus · White-rumped Shama
Fakta Cepat
Ordo
Passeriformes
Famili
MuscicapidaeUkuran
~28 cm
Berat
28-37
Makanan
Serangga, Cacing, Buah Kecil
Murai Batu: Fakta, Habitat & Panduan Lengkap
Pengenalan
Kucica Hutan (Copsychus malabaricus) juga dikenal sebagai Murai Batu termasuk ke dalam famili Muscicapidae atau burung cacing. Tersebar di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa.
Ciri Fisik & Identifikasi
Jantan: kepala dan punggung hitam berkilau, perut oranye karat atau putih, ekor panjang hitam-putih berjuntai. Betina: abu-abu cokelat, ekor lebih pendek.. Ukuran tubuh sekitar 28 cm. Berat badan sekitar 28-37.
Habitat & Sebaran
- Habitat: Hutan Tropis, Hutan Sekunder, Kebun
- Sebaran: Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali
Makanan & Perilaku
Di alam liar, Murai Batu memakan:
- Serangga
- Cacing
- Buah Kecil
Suara: Kicauan merdu panjang dan kaya variasi, mampu meniru suara berbagai burung. Salah satu suara kicauan terbaik di antara burung tropis.
Status Konservasi
Murai Batu masuk dalam kategori Risiko Rendah (LC) menurut IUCN Red List. Populasi global dianggap stabil.
Fakta Menarik
- The white-rumped shama is a passerine bird in the Old World flycatcher family Muscicapidae.
- Native to densely vegetated habitats in the Indian subcontinent and Southeast Asia, its popularity as a cage-bird and songster has led to it being introduced elsewhere.
- The Larwo shama, the Kangean shama and the Sri Lanka shama were formerly considered to be conspecific with the white-rumped shama.
Ciri Khas & Penampilan Murai Batu
Jantan: kepala dan punggung hitam berkilau, perut oranye karat atau putih, ekor panjang hitam-putih berjuntai. Betina: abu-abu cokelat, ekor lebih pendek.
🎵 Suara & Kicauan
Kicauan merdu panjang dan kaya variasi, mampu meniru suara berbagai burung. Salah satu suara kicauan terbaik di antara burung tropis.
🏠 Cara Merawat Murai Batu yang Benar
Murai Batu dapat dipelihara dalam penangkaran, namun perlu perawatan yang tepat. Pastikan sangkar yang luas dan nyaman, dengan temperatur yang sesuai dan kelembaban yang cukup. Berikan makanan yang seimbang, seperti serangga, buah, dan biji-bijian. Jangan lupa untuk menyediakan air yang bersih dan segar setiap hari. Jika Anda ingin melihat Murai Batu di alam liar, pastikan untuk mengikuti etika birdwatching yang baik, seperti tidak mengganggu habitat dan tidak membuang sampah.
🦚 Cara Breeding Murai Batu (Panduan Penangkaran)
Penangkaran Murai Batu membutuhkan persiapan matang. Kandang ternak minimal berukuran 100×60×180 cm (lebih luas lebih baik) dengan tanaman di sudut untuk sarang alami. Pilih indukan jantan berusia 1,5–2 tahun yang sudah terbukti gacor dan betina 1–1,5 tahun yang jinak.
Proses breeding: (1) Perkenalkan jantan dan betina secara bertahap — pertama pisahkan dengan kawat selama 3–7 hari agar saling mengenal, (2) Jika sudah akur (tidak saling menyerang), masukkan dalam satu kandang, (3) Sediakan kotak sarang ukuran 20×20×15 cm dengan bahan sabut kelapa atau ijuk, (4) Tingkatkan pakan EF (Extra Fooding): jangkrik, kroto, dan ulat setiap hari, (5) Betina akan bertelur 3–4 butir per periode, (6) Inkubasi telur berlangsung 13–14 hari, (7) Anakan menetas dengan mata tertutup dan butuh suhu hangat 28–30°C, (8) Anakan mandiri dan bisa disapih pada umur 25–30 hari.
Perhatian: Pisahkan jantan jika terlalu agresif saat betina mengeram. Jangan sering mengintip sarang karena bisa sebabkan induk stres dan membuang anakan.
🎵 Masteran & Latihan Kicauan Murai Batu
Murai Batu adalah peniru suara yang sangat baik. Masteran ideal untuk meningkatkan kualitas kicauan:
- Cucak Hijau (Chloropsis sonnerati) — suara lantang dan melodius, sangat cocok untuk isian Murai Batu lomba
- Lovebird — suara ngekek cepat untuk variasi tempo
- Kenari — nada tinggi dan bersih untuk variasi nada
- Ciblek — suara rapat dan cepat sebagai 'bapak' variasi
- Prenjak — suara tinggi melengking sebagai isian keras
- Gereja Tarung — suara lantang dan gacor
Cara masteran efektif: putar MP3 masteran saat burung dikerodong pagi hari selama 1–2 jam, atau tempatkan burung masteran hidup di dekat kandang saat angin-anginkan sore. Masteran akan diserap dalam 2–4 minggu jika dilakukan konsisten.
💉 Penyakit Umum Murai Batu & Cara Mengatasinya
Penyakit umum Murai Batu yang perlu diwaspadai:
- Snot (pilek) — hidung berlendir, napas berbunyi. Penyebab: angin malam, kandang lembap. Penanganan: jauhkan dari angin, berikan air hangat, bisa teteskan larutan madu.
- Cacingan — kurus meski makan banyak, kotoran berlendir. Obati dengan obat cacing burung kicau (pirantel pamoat).
- Kutu bulu — burung sering menggaruk, bulu kusam. Semprot permukaan kandang dengan insektisida khusus burung (bukan untuk manusia).
- Over birahi — terlalu agresif, sulit bunyi panjang. Kurangi EF (jangkrik, kroto), mandi lebih sering, perbanyak pengembunan.
- Stres — mogok bunyi, diam di dasar kandang. Pindahkan ke tempat tenang, kurangi interaksi selama beberapa hari.
💰 Harga Pasar Murai Batu
Murai Batu berkisar Rp 300.000 - Rp 5.000.000 untuk kualitas biasa. Juara kontes nasional bisa mencapai Rp 50-200 juta.
📚 Sumber Ilmiah & Referensi
❓ Pertanyaan Umum tentang Murai Batu
Berapa harga Murai Batu berkualitas lomba 2026? ▼
Apa pakan terbaik untuk Murai Batu agar cepat gacor? ▼
Bagaimana cara membedakan Murai Batu jantan dan betina? ▼
Bagaimana cara ternak (breeding) Murai Batu untuk pemula? ▼
Mengapa Murai Batu saya diam dan tidak mau bunyi? ▼
Suara masteran apa yang terbaik untuk Murai Batu lomba? ▼
▶️ Video Murai Batu di YouTube
SubscribeTonton video tentang Murai Batu
di channel Manukpedia
�️ Produk untuk Murai Batu
Pilihan perlengkapan yang sering dipakai kicaumania
Umbaran Burung Murai Murah
Lihat di TikTok Shop →
Sangkar Murai 3D Carbon Radja
Lihat di TikTok Shop →
RG METABOLL HIGH POWER Penggacor Burung
Lihat di TikTok Shop →
METABOLL ORIGINAL RG Penggacor Burung
Lihat di TikTok Shop →
📍 Persebaran
🌿 Habitat
🔬 Klasifikasi
| Ordo | Passeriformes |
| Famili | Muscicapidae |
| Nama Latin | Copsychus malabaricus |
| Nama Inggris | White-rumped Shama |
Manukpedia YouTube
Video burung Indonesia, tips merawat, suara masteran & konservasi
▶ Subscribe Sekarang · 2.6K+🛒 Perlengkapan Murai Batu
Burung Sejenis — Famili Muscicapidae
Lihat semua →
Alap-alap Sapi
Falco moluccensis
Falconidae
Alap-alap Sapi (Falco moluccensis) adalah spesies burung raptor yang dilindungi, dengan habitat di padang rumput, tepi hutan, dan perkebunan.
Anis Merah
Zoothera citrina
Turdidae
Anis merah adalah salah satu jenis burung kicau dari famili Turdidae dan genus Geokichla. Burung ini bersifat omnivora, memakan berbagai macam serangga, cacing tanah, dan buah yang dapat dijumpai di beberapa daerah Sub-benua India dan Asia Tenggara berlahan basah dan berakar.
Bangau Tongtong
Leptoptilos javanicus
Ciconiidae
Burung Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus) adalah spesies burung yang tersebar di selatan Asia.
Beo
Gracula religiosa
Sturnidae
Beo (Gracula religiosa) adalah burung famili Sturnidae yang dapat menirukan bahasa manusia. Habitatnya hutan hujan dan perbukitan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
🦜 Eksplorasi Spesies Burung Indonesia Lainnya
Lihat semua 72 spesies →
Bondol Jawa
Lonchura leucogastroides
Branjangan
Mirafra javanica
Burung Gereja
Passer montanus
Burung Hantu Bubo
Bubo sumatranus
Burung Madu Sriganti
Cinnyris jugularis
Cekakak Sungai
Todiramphus chloris
Cendet
Lanius schach
Cendrawasih Kecil
Paradisaea minor
Cendrawasih Kuning Besar
Paradisaea apoda
Cendrawasih Merah
Paradisaea rubra
Ciblek
Orthotomus sepium
Cucak Biru
Irena puella